Purwokerto Food Festival, Ajang Pengusaha Kuliner Unjuk Gigi

Dimana ada makanan, di situ ada keramaian, apalagi jika dibungkus dalam sebuah event yang menarik. Minggu (31/01), saya bersama adik saya dan kedua temannya menyempatkan diri untuk berkunjung di Purwokerto Food Festival yang berawal dari ketidaksengajaan melihat publikasinya di sebuah media sosial. Saya sangat antusias mendatangi acara tersebut, karena sudah menjadi pengetahuan umum, apapun terkait makanan saya selalu terdepan. Acara yang bertempat di Pascalis Hall ini diselenggarakan selama 2 hari (30-31 Januari 2016), mulai jam 10 pagi hingga jam 10 malam. Sesampai di sana, kondisi tempat parkir penuh sekali. Ternyata antusiasme masyarakat sangat tinggi khususnya warga Purwokerto.

BLOG 1

Saya sempat berbincang sedikit dengan pihak penyelenggara, acara ini baru pertama kali diselenggarakan atas inisiatif komunitas dan pengusaha kuliner Purwokerto. Puncak keramaian pengunjung terjadi pada malam hari. Sekedar informasi, acara ini belum mendapat dukungan dari pemerintah daerah walaupun memang sudah ada perwakilan pemerintah daerah yang datang untuk berkunjung. Penyelenggara berharap, pada acara selanjutnya pemerintah sudah memberikan dukungan, karena menurut rencana, acara semacam ini akan diselenggarakan sekali dalam enam bulan atau minimal sekali dalam setahun. Menurut saya hal itu sangat bagus, karena kuliner juga merupakan daya tarik wisata daerah. Continue reading

Posted in Article | Tagged , , | Leave a comment

Allah Sebaik-baik Perencana

Ucapan 2Jika sesuai rencana, hari ini saya sedang berada di Kota Pekanbaru, Riau. Namun menginjakkan kaki pertama kali di Pulau Sumatra kali ini mungkin harus saya tunda. Beberapa hari yang lalu, di hari yang sama, saya mendapatkan dua kabar, dan keduanya boleh dibilang bukan kabar gembira. Salah satunya penerbangan saya Jum’at pagi kemarin tiba-tiba dibatalkan oleh pihak maskapai. Semua rencana yang ada di otak saya buyar seketika dengan adanya dua kabar itu. Sempat terlintas untuk mencari penerbangan lain melalui kota yang berbeda karena tiket penerbangan dan kereta untuk pulang sudah di tangan tetapi singkat cerita, karena satu dan lain hal, sekarang saya tidak berada di tempat yang sudah saya rencanakan untuk menyaksikan pernikahan sahabat saya, Karina. Saya sempat berbincang melalui telepon dengannya sesaat setelah saya mendapatkan kabar kurang mengenakkan itu, dan mungkin benar apa yang sering dikatakan orang-orang, proses menuju pernikahan itu ada saja cobaannya dengan bentuk yang berbeda-beda.

Saya tahu persis persiapan yang dilakukan oleh sahabat saya itu. Dia orang yang sangat teliti, hal kecil pun tidak luput dia pikir dan kerjakan untuk hari besarnya, sangat rapi, detail dan maksimal usahanya. Dan tiba-tiba Continue reading

Posted in Sharing | Tagged | Leave a comment

Kuliner : Berburu Masakan Jawa Timur di Purwokerto

Meski tidak mudah menemukan masakan Jawa Timur di Purwokerto, ternyata ada sebuah tempat yang sangat direkomendasikan oleh Bapak saya. Sabtu kemarin, saya diajak oleh Bapak makan di sana, kebetulan Ibu sedang ke luar kota, jadi saya pun ngedate ala bapak dan anak, kemana lagi kalau bukan makan tujuannya karena tidak ada yang masak di rumah. Tempat itu adalah Rumah Makan Sukorejo (tidak buka cabang) berlokasi di Jl. HM. Bachroen No.1 Purwokerto, dari Pasar Wage terus ke timur ke arah Mersi, tepat di perempatan RS Sinar Kasih, belok kanan (arah berkoh), bangunannya sebelah kanan jalan.

Tidak susah dicari karena palang tandanya cukup terlihat

Tidak susah dicari karena palang tandanya cukup terlihat

Continue reading

Posted in Article | Tagged , | 2 Comments

Bercengkrama dengan Dinginnya Lawu

Melewatkan malam di Lawu akhirnya tercapai juga, setelah tertunda cukup lama. Dampak dari main ke Cikuray juga sebenarnya, karena di sana saya bertemu dengan teman baru yang (katanya) tinggal di kaki Gunung Lawu. Setelah melakukan beberapa perencanaan, saya menghubunginya untuk memastikan keberangkatan. Awalnya saya berpikir bisa mengumpulkan beberapa orang untuk teman perjalanan, namun kenyataan berkata lain, jadilah saya hanya mengajak dua adik saya, Reza dengan sedikit paksaan dan Cici yang memang sangat berkeinginan pergi ke sana. April lalu tepatnya senin (20/4), saya dan Cici berangkat dari Purwokerto ke Klaten untuk singgah sejenak ke rumah Mbah sedangkan Reza berangkat dari Yogyakarta. Kami bertiga berkumpul di Klaten dan memulai perjalanan ke Lawu keesokan harinya.

Dari Klaten, kami berangkat pagi sekitar pukul setengah tujuh menggunakan bis menuju Terminal Solo, dilanjutkan dengan bis menuju Tawangmangu. Sesampai di Tawangmangu, kami berbelanja kebutuhan logistik sejenak kemudian naik elf putih untuk sampai ke basecamp Cemoro Sewu. Selain elf, bisa juga menyewa ojek. Untuk mendaki Lawu, ada beberapa alternatif jalur, hanya tiga yang saya tahu yaitu Cemoro Kandang, Cemoro Sewu dan Candi Cetho. Sebelum memutuskan melalui jalur Cemoro Sewu, saya sangat penasaran dengan jalur Candi Cetho dan ingin mencobanya, karena dari hasil riset berselancar internet, jalur tersebut menawarkan pemandangan yang sangat cantik ditambah bisa mampir berwisata dahulu di Candi Cetho. Namun, ketika teman saya menceritakan untuk melalui jalur tersebut membutuhkan waktu sekitar 17 jam dengan medan yang cukup melelahkan, saya urung. Cemoro Sewu terletak di perbatasan antara Jawa Tengah dan Jawa Timur, sekitar beberapa ratus meter sebelah timur Cemoro Kandang.

pintu masuk cemoro sewu

Pintu masuk Cemoro Sewu

Selepas dhuhur, pendakian dimulai dengan total enam personil setelah ditambah tiga teman saya, satu diantaranya sudah saya kenal sebelumnya di Cikuray yang merupakan penunjuk jalan sekaligus ketua tim. Medan Cemoro Sewu memang dikenal lebih bersahabat Continue reading

Posted in Sharing | Tagged , | Leave a comment

Goodbye Shiro!

Ceritanya, kucing milik teman adik saya baru saja melahirkan pada mei lalu. Induknya persia-himalaya dan kemungkinan bapaknya kucing kampung. Awalnya beranak enam, mati satu dan yang hidup ditawarkan ke orang lain untuk diadopsi karena induknya akan dipindahkan ke luar kota. Akhirnya saya putuskan untuk mengadopsi salah satunya setelah berumur kurang lebih dua bulan. Sekitar akhir Juli, salah satu anak kucing tersebut resmi kami bawa pulang. Adik saya mendapatkan yang tampilannya pertengahan (campuran antara himalayan-kampung) dan kami beri nama Shiro yang berarti putih walaupun warnanya agak sedikit keabuan. Ingat sesuatu? Ya, namanya sama dengan anjing kepunyaan Nohara Sinnosuke. Kesan pertama terhadap Shiro, memang tidak seaktif anak kucing pada umumnya namun wajahnya lucu sekali dan sangat penurut.

Shiro

Awalnya Shiro malu-malu, namun setelah banyak berinteraksi ternyata seru juga diajak main. Kondisi dari awal, Shiro memang tidak terlalu doyan makan dan agak diare. Makan hanya sedikit, bosan, diganti menu, mau makan sedikit kemudian bosan dan begitu seterusnya. Saya sempat memberinya kitten milk replacer (KMR), namun tidak mau minum banyak. Jadi, yang penting Shiro mau makan walaupun sedikit apapun makanannya. Continue reading

Posted in Sharing | Tagged , , , | Leave a comment