Banyuwangi Short City Tour

Mengunjungi tempat yang baru memang selalu menyenangkan. April tahun ini, saya menghadiri acara in-law’s download alias unduh mantu di Kota Jember, yang mana cukup jauh dan memakan waktu perjalanan (serta kocek) yang tidak sedikit sehingga saya pikir sayang sekali jika hanya dilewatkan untuk hadir dalam satu acara saja. Alhasil, saya dan Alwin merencanakan untuk mengunjungi Kawah Ijen di Banyuwangi dan Taman Nasional Baluran di Situbondo, jadi acara utama bukanlah menghadiri unduh mantunya melainkan bermain-mainnya, hehehe. Kami berangkat dari Yogyakarta menggunakan bis selepas maghrib dan sampai di Jember sekitar pukul 7 pagi. Kami bertemu dengan 4 orang teman perjalanan kami yang sudah sampai terlebih dahulu di venue acara. Kami singgah beberapa saat di sana untuk beristirahat, bebersih diri, sarapan, beramah tamah dengan anggota keluarga teman dan tentunya hadir di acara teman kami (sekaligus mencicipi hidangan resepsi). Selepas dhuhur, kami berpamitan untuk berangkat ke rencana utama.

Congrats for Lia and Dimas yang sekarang sudah hampir 7 bulan menikah. Maaf kami hanya mampir sejenak!

Turis dadakan nungguin kereta

Perjalanan Jember-Banyuwangi kami tempuh menggunakan kereta selama sekitar 2,5 jam dan sampai di Stasiun Karangasem pukul 3.15 sore. Kami telah menyewa 3 motor pada homestay persis di depan stasiun, berbentuk toko yang sepertinya sudah banyak dikenal backpaker yaitu “Toko Subur”. Rencana awal, kami tidak akan menyewa kamar berdasarkan azas pengiritan, namun karena sepertinya diperlukan kami putuskan untuk sewa 2 kamar, lagipula sewanya cukup terjangkau jika dibagi 6 orang (CP : Pak Abu Thalib/Bu Dewi 085236155003, info). Berkunjung ke Banyuwangi tidak perlu khawatir, karena banyak sekali akomodasi ramah kantong yang ada di sekitar Stasiun Karangasem. Setelah beristirahat sejenak, tidak ingin menyia-nyiakan waktu kami langsung berjalan-jalan ke Kota Banyuwangi dengan niat awal hanya mencari makan. Bermodalkan GPS, “GPS” (Gunakan Penduduk Sekitar) serta informasi dari internet, kami mencari referensi tempat makan yang hits di Banyuwangi dan pilihan jatuh kepada Warung Nasi Tempong Mbok Nah (Jl. Letkol Sugiono, Kertosari, Banyuwangi), yang katanya sambelnya nendang banget.

Tampak depan Warung Nasi Tempong Mbok Nah

Sibuk demi pelayanan prima, ini pembelinya banyak banget lho!

Karena warung saat itu sangat ramai, kami membeli 6 bungkus nasi tempong dengan pilihan lauk berbeda-beda dan mencari tempat lain untuk menyantapnya yaitu Pantai Boom, yang terletak tidak jauh dari Warung Nasi Tempong Mbok Nah. Kami sudah membayangkan, makan di pinggir pantai dengan melihat matahari terbenam, namun sebelum sampai pantai, matahari sudah terlebih dahulu menunjukkan siluet kemerahan tanda sebentar lagi tenggelam yang memaksa kami untuk berhenti sejenak menikmatinya kemudian dilanjutkan dengan sholat maghrib di mushola terdekat. Setelah menahan lapar, kami sampai juga di pinggir pantai. Tanpa menunggu lama, kami langsung mengobati rasa penasaran kami dengan menyantap Nasi Tempong Mbok Nah dan memang benar sambelnya memang luar biasa, menempel di bibir juga lidah! Saya suka ini!

Meskipun sedikit kecewa karena sampai di pantai sudah gelap, kami masih dapat menikmati hembusan angin yang segar, bermain dengan pasir dan melihat gundukan pulau di sebrang yang tidak lain dan tidak bukan adalah Pulau Bali.

Pemandangan sebelum memasuki area Pantai Boom

No Caption Needed! Taken by Firman

Nasi Tempong memang Istimewa!

Antara WIB atau WITA, HP sampai galau karena berada di perbatasan. Ini benar-benar terjadi!

Meet and greet Westlife KW 1000

Sepuas  berbaur dengan suasana pantai, kami lanjutkan dengan tur keliling kota dengan tujuan mencari durian merah khas Banyuwangi hingga lupa waktu karena tidak jua menemukan durian tersebut padahal kami harus istirahat untuk melanjutkan perjalanan ke Ijen tengah malam nanti. Kami menutup tur keliling Banyuwangi sekitar pukul 9 malam dengan makan durian biasa saja, yang penting makan durian! Setelah itu, kami lanjutkan dengan tidur nyenyak untuk mengisi energi untuk bekal tantangan selanjutnya jauh lebih berat.

Yang penting makan DURIAN!

Advertisements

About dikabeast

A complex mind in plain personality
This entry was posted in Article, Sharing and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s