Istri Paruh Waktu atau Hamba Sepenuh Waktu?

“…bahwa peran seorang wanita tetaplah bertumpu pada tiga pilar utama: mar’atus shalihah (wanita shalihah), zaujatu muthi’ah (istri yang taat) dan ummul madrasah (bunda peradaban).”
It’s really not easy…semoga mampu 🙂

Dewi Nur Aisyah

 “There is no one perfect way to be a good mother. Each situation is unique. Each mother has different challenges, different skills and abilities, and certainly different children. What matters is that a mother loves her children deeply…” (Elder M. Russel Ballard)

Sudah beberapa kali saya mendapat pertanyaan yang sama dari akhwat-akhwat single. Seputar kekhawatiran mereka bagaimana mengatur keinginan menuntut ilmu atau berkarya seorang muslimah dengan kewajibannya sebagai seorang istri dan ibu. Menurut saya itu bukan pilihan yang saling meniadakan. Namun kedudukan yang kehadiran kedua atau ketiganya dapat meningkatkan derajat kemuliaan. Lalu pilihan mana yang harus saya ambil? Tentu jawabannya unik bagi setiap muslimah karena kondisi setiap muslimah tidaklah sama.

Perlu saya garis bawahi disini bahwa peran seorang wanita tetaplah bertumpu pada tiga pilar utama: mar’atus shalihah (wanita shalihah), zaujatu muthi’ah (istri yang taat) dan ummul madrasah (bunda peradaban).

View original post 2,017 more words

Advertisements

About dikabeast

A complex mind in plain personality
This entry was posted in Sharing. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s