Sepenggal Romantisme di Tegal Panjang, Papandayan

Berat badan yang semakin bertambah tidak menyurutkan keinginan saya untuk menyambangi gunung, (dengan catatan gunungnya tidak terlalu tinggi). Awal 2016, tepatnya di bulan Januari saya dan Alwin melakukan perjalanan ke Gunung Papandayan, Garut sekitar 20 hari setelah pernikahan kami. Anggap saja a romantic hike, walaupun pada kenyataannya tidak seperti itu. Rencana ini tercetus secara spontan dalam rangka pendekatan dan pengakraban satu sama lain, karena sebelum menikah kami belum saling mengenal secara mendalam ditambah lagi setelah menikah kami harus terpisah jarak, hiks (curhat). Kami putuskan untuk berangkat bersama-sama dari Purwokerto, dimana sebelumnya sempat terlintas untuk berangkat masing-masing dan bertemu di Garut. Ternyata keputusan tersebut sangatlah tepat, karena tidak ada bis dari Purwokerto yang langsung menuju Garut.

Jum’at (15/01) malam kami berangkat dari Terminal Purwokerto sekitar pukul setengah sepuluh menggunakan bis jurusan Bandung. Tujuan kami adalah turun di Tasikmalaya dan untuk mencapai Garut, kami naik elf turun di Terminal Guntur. Kami tiba di Terminal Guntur pagi hari selepas jam enam, sempat bertemu beberapa pendaki dengan tujuan yang sama. Di Terminal Guntur, kami sarapan dan bersih-bersih badan kemudian langsung bergegas menuju Cisurupan menggunakan angkutan berwarna putih, dilanjutkan ke Camp David dengan menyewa dua ojek.

0

Sesampai di Camp David, Alwin mengurus administrasi pendakian, tidak lama kemudian kami mulai pendakian sekitar jam sepuluh. Kami berjalan santai sembari melepas kerinduan setelah lama tidak dapat menikmati pemandangan segar. Saat itu cukup banyak pendaki yang juga melakukan perjalanan walaupun tidak terlalu padat. Gunung Papandayan memang terkenal ramah dan tidak terlalu berat medannya, itulah sebabnya saya sangat antusias datang ke sana, hehe. Perjalanan hingga persimpangan menuju Pondok Saladah kurang lebih memakan waktu dua jam dengan medan yang ringan namun cukup membuat keringat bercucuran karena tracknya terus menanjak. Kami tidak terlalu banyak membawa persediaan logistik, hanya sedikit beras, telur dan pastinya INSTANT NOODLE sehingga kami sangat bahagia ketika menemukan “surga” di sana yaitu warung-warung yang dilengkapi dengan penjual bakso cuangki, penjual cilok serta penjual gorengan. Tidak perlu waktu lama, saya langsung memesan satu mangkok cuangki, LAPAR TO THE MAX!

View Berangkat

1

Kawah Papandayan

2

Simpang Menuju Pondok Saladah

3

Tukang Jualan dan Pembelinya

4

Bakso Cuangki Siap Santap

Setelah puas beristirahat sejenak dan kenyang dengan satu mangkok cuangki (beserta tambahan lain seperti cilok dan gorengan), kami melanjutkan kembali perjalanan menuju Pondok Saladah untuk membuka tenda dengan waktu tempuh sekitar dua puluh menit.

Perjalanan Ke Pondok Saladah

View Perjalanan Menuju Pondok Saladah

Our Tent

Tenda Kami

 Kami beristirahat di dalam tenda hingga sore, setelah itu kami berencana berjalan-jalan ke Hutan Mati, namun sayang karena hari sudah terlalu sore kami tidak mendapat izin untuk ke sana oleh petugas, terlebih sore itu ada satu orang yang masih tersesat di Hutan Mati dan belum kembali ke tempat kemping sehingga kami harus menunda rencana ke sana. Oh ya, pada saat kami ke sana, jalan menuju puncak Papandayan masih ditutup karena kebakaran hutan yang terjadi beberapa waktu sebelumnya, pun juga Tegal Alun yang terkena imbas kebakaran. Keesokan harinya, karena kami mengejar destinasi utama yaitu Tegal Panjang, maka kami sempatkan ke Hutan Mati sebentar saja hingga sekitar pukul delapan pagi, tidak lupa sarapan dulu.

Hutan Mati

Hutan Mati

IMG_6772

Hai Matahari!

Kami bertemu dua orang yang juga berniat ke Tegal Panjang dan karena kami tidak tahu jalan menuju ke sana maka kami ditemani oleh seorang ranger. Perjalanan kami tempuh selama sekitar 1,5 jam dengan jalan lumayan cepat dan sedikit berhenti. Tracknya cukup bersahabat, hanya sedikit jalan naik yang curam namun memang harus melewati semak yang lebat.

Tegal Panjang

Hijaunya Tegal Panjang

With The Team

The Team

Selepas dhuhur, kami tiba kembali di persimpangan menuju Pondok Saladah. Setelah mengemasi barang yang dititipkan di pos tersebut, saya dan Alwin  memulai perjalanan turun sedangkan dua teman kami masih akan bermalam di Pondok Saladah. Hujan deras menyambut kami di Camp David sebagai penutup yang manis. Well, ada  yang berbeda kali ini, yaitu SAYA PERTAMA KALI BERDUA DI TENDA HANYA DENGAN SEORANG PRIA (yang bukan adik atau bapak saya). Jangan ditanya rasanya ya, hehehe. Saya ingin sekali menyebut ini romantis, walaupun entahlah apa ini benar-benar romantis atau tidak. Saat ini, umur pernikahan kami sudah lebih dari 6 bulan. Ibarat bayi umur 6 bulan, baru beres ASI eksklusif dan sedang bersiap MPASI, mulai merasakan rasa-rasa makanan selain ASI. Begitu pula dengan kami yang sudah mulai merasakan berbagai macam rasa dalam pernikahan and it’s very challenging! Semoga keberkahan selalu mengiringi rumah tangga kami, until Jannah. Aamiin. 🙂

He Is My Superman

My Husband, My Life Partner. My Superman.

Advertisements

About dikabeast

A complex mind in plain personality
This entry was posted in Sharing and tagged , . Bookmark the permalink.

5 Responses to Sepenggal Romantisme di Tegal Panjang, Papandayan

  1. Erva says:

    Si sweeeeeeeeetttt 💓💓

    Like

  2. Erva says:

    So sweeeeeettt sampai salah ngetik kan haha

    Like

  3. anggafirdy says:

    Sekarang katanya jadi lebih mahal ya, Dik?

    Like

    • dikabeast says:

      Apanya Nu? Kalo masuk tegal panjang kita ga bayar sih krn kan ngga inap ngasih buat rangernya terserah kita, patungan jd agak banyak.
      Kalo di camp davidnya lupa berapa, antara 10 apa 20 ribu gitu.
      Pas di tegal panjang ketemu juga sama rombongan tapi masuknya beda arah, katanya sih itu lewat bandung gitu jalurnya, dan ada yang buka tenda juga, kirain ga boleh.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s