Allah Sebaik-baik Perencana

Ucapan 2Jika sesuai rencana, hari ini saya sedang berada di Kota Pekanbaru, Riau. Namun menginjakkan kaki pertama kali di Pulau Sumatra kali ini mungkin harus saya tunda. Beberapa hari yang lalu, di hari yang sama, saya mendapatkan dua kabar, dan keduanya boleh dibilang bukan kabar gembira. Salah satunya penerbangan saya Jum’at pagi kemarin tiba-tiba dibatalkan oleh pihak maskapai. Semua rencana yang ada di otak saya buyar seketika dengan adanya dua kabar itu. Sempat terlintas untuk mencari penerbangan lain melalui kota yang berbeda karena tiket penerbangan dan kereta untuk pulang sudah di tangan tetapi singkat cerita, karena satu dan lain hal, sekarang saya tidak berada di tempat yang sudah saya rencanakan untuk menyaksikan pernikahan sahabat saya, Karina. Saya sempat berbincang melalui telepon dengannya sesaat setelah saya mendapatkan kabar kurang mengenakkan itu, dan mungkin benar apa yang sering dikatakan orang-orang, proses menuju pernikahan itu ada saja cobaannya dengan bentuk yang berbeda-beda.

Saya tahu persis persiapan yang dilakukan oleh sahabat saya itu. Dia orang yang sangat teliti, hal kecil pun tidak luput dia pikir dan kerjakan untuk hari besarnya, sangat rapi, detail dan maksimal usahanya. Dan tiba-tiba beberapa hari menjelang pelaksanaan, kabut asap menebal di Riau sehingga banyak maskapai terkendala untuk landing ataupun take off dari bandara SSK II. Itu hal di luar kuasa kita, manusia. Kekhawatiran menggelayutinya, saya pun tidak bisa membayangkan bagaimana paniknya dia ketika kondisi asap kembali memburuk di Pekanbaru. Semuanya pasti campur aduk, ya pikiran, ya perasaan.

Namun, ternyata semenjak kemarin lalu lintas udara di sana berangsur-angsur membaik, bahkan kemarin sebagian penerbangan berjalan lancar, hanya ada delay itu pun tidak lama. Keluarga besar dari pihak laki-laki yang dikhawatirkan akan batal hadir pun dapat berangkat semua. Walaupun tetap, pada akhirnya saya tidak dapat pergi ke sana, hiks.

Jeng, thanks for the lesson I got from your wedding story.

Bahwa hal baik itu pasti ada cobaannya, seperti pernikahan yang diniatkan untuk ibadah dan melengkapi setengah agama. Bahwa tugas manusia hanyalah berencana dan berusaha sisanya adalah kehendak Allah, seperti rencana yang kupikir sudah sangat matang untuk hadir di hari bahagiamu. Bahwa jika Allah sudah berkehendak maka sesuatu pasti akan terjadi sesuai rencanaNya yang indah, seperti janji yang mengguncang langit yang baru saja diikrarkan oleh suamimu, maka selain berencana dan berusaha ada kunci lain yang tidak boleh luput yaitu berdoa. Karena ada banyak hal di luar kuasa kita dan senjata paling ampuh yang dimiliki oleh orang Islam adalah berdoa dan pasrah padaNya. Dan memang, hanyalah Allah sebaik-baik Perencana

Akad

Alhamdulillaah sudah sah! Photo credit by Ridho

Barakallahu lakuma wa baraka ‘alaykuma wa jama’a bainakuma fii khaiir…aamiin.

Happy wedding my dearest bestfriend, Karina and her husband Kak Nunu. I’m both happy and sad because I can’t be there on your big day. But sorry is not enough, so I promise, I’ll come to see you soon, in syaa Allah!

Dan satu lagi, semoga musibah kabut asap baik di Sumatra ataupun Kalimantan cepat mereda, aamiin.

Ucapan 1

Photo credit by Felix

Advertisements

About dikabeast

A complex mind in plain personality
This entry was posted in Sharing and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s