Goodbye Shiro!

Ceritanya, kucing milik teman adik saya baru saja melahirkan pada mei lalu. Induknya persia-himalaya dan kemungkinan bapaknya kucing kampung. Awalnya beranak enam, mati satu dan yang hidup ditawarkan ke orang lain untuk diadopsi karena induknya akan dipindahkan ke luar kota. Akhirnya saya putuskan untuk mengadopsi salah satunya setelah berumur kurang lebih dua bulan. Sekitar akhir Juli, salah satu anak kucing tersebut resmi kami bawa pulang. Adik saya mendapatkan yang tampilannya pertengahan (campuran antara himalayan-kampung) dan kami beri nama Shiro yang berarti putih walaupun warnanya agak sedikit keabuan. Ingat sesuatu? Ya, namanya sama dengan anjing kepunyaan Nohara Sinnosuke. Kesan pertama terhadap Shiro, memang tidak seaktif anak kucing pada umumnya namun wajahnya lucu sekali dan sangat penurut.

Shiro

Awalnya Shiro malu-malu, namun setelah banyak berinteraksi ternyata seru juga diajak main. Kondisi dari awal, Shiro memang tidak terlalu doyan makan dan agak diare. Makan hanya sedikit, bosan, diganti menu, mau makan sedikit kemudian bosan dan begitu seterusnya. Saya sempat memberinya kitten milk replacer (KMR), namun tidak mau minum banyak. Jadi, yang penting Shiro mau makan walaupun sedikit apapun makanannya. Kami juga sempat memandikan Shiro dan setiap hari saya membersihkan anusnya. Beberapa waktu lalu saya pergi ke Bandung untuk mengemas barang-barang yang masih tertinggal di sana sekaligus farewell dengan Bandung juga teman-teman di sana. Sebelum berangkat, sempat terpikir membawa Shiro ke klinik hewan namun menundanya, nanti saja sepulang dari Bandung, pikir saya. Hampir sepekan di sana, mendadak saya mendapatkan tugas mengantar adik registrasi mahasiswa baru di Malang, yang mengharuskan saya kembali ke Purwokerto secepatnya dan langsung berangkat ke Malang. Saat sampai rumah, sempat terpikir lagi, membawa Shiro ke dokter, namun menundanya lagi, sepulang dari Malang saja setelah dibersihkan, karena waktunya saya sempit saat itu. Pagi sampai Purwokerto, malam berangkat ke Malang. Selama saya tidak di rumah, Shiro tidak pernah dibersihkan anusnya dan kemungkinan ada luka kecil di dekatnya kemudian lukanya membesar karena myasis, silahkan baca sendiri terkait penyakit tersebut [1][2].

KMR

Sisa susu punya Shiro masih banyak

Saya baru menyadarinya pagi tadi, saat akan membersihkan Shiro. Saya kaget ada bagian tubuhnya yang terlihat mengerikan, walaupun Shiro tidak terlihat kesakitan dan masih lincah berlari kesana kemari saya tetap membawanya ke klinik karena khawatir akan lukanya. Sesampainya di klinik, dokter pun langsung mengatakan Shiro terkena myasis dan harus secepatnya luka dibersihkan. Saya melihat langsung penanganan Shiro dibersihkan lukanya dan mengeong keras sekali, sepertinya sangat sakit. Kata dokter juga, lukanya sudah memakan jaringan-jaringan kulit Shiro. Saat ditangani, saya elus-elus kepalanya berharap meredakan rasa sakitnya. Shiro saya tinggal di klinik karena harus dirawat inap. Sore tadi, pihak klinik memberikan kabar kondisi Shiro kritis, muntah dan tidak mau jalan dan saya berniat menengoknya sehabis maghrib. Namun, menjelang maghrib saya mendapatkan kabar lagi bahwa Shiro sudah meninggal dan sudah diusahakan semaksimal mungkin untuk dipertahankan tapi kondisinya memang sangat lemah. Mungkin karena asupan makan Shiro tidak banyak dan harus merasakan sakitnya penanganan luka di umurnya yang belum genap empat bulan. Kami sangat sedih dan merasa kehilangan sekaligus bersalah karena tidak menjaga Shiro dengan baik. Setelah kami mengabarkan pemilik sebelumnya, ternyata sejak lahir Shiro memang kondisinya kurang sehat, kata dokter yang mengangani kelahiran induknya, ada sedikit masalah pada anus Shiro. Namun, setelah beberapa waktu Shiro nampak sehat dan baik-baik saja.

Selepas maghrib, saya dan adik saya bergegas ke klinik untuk menjemput Shiro dan langsung kami kuburkan di dekat rumah. Sempat mengambil gambarnya sebelum dikubur, tapi saya tidak tega untuk membagikannya. Shiro akan selalu tersimpan dalam memori keluarga kami, walaupun tidak sampai satu bulan kebersamaan dengannya. Lucunya saat berlari, latihan memanjat, saat merajuk meminta main dan selalu menurut jika dilarang, ah, goodbye Shiro! Pada dasarnya semua yang bernyawa pasti akan mati. Semoga Allah mengampuni kami yang tidak merawatmu dengan baik.

In Memoriam

ShirooSHIRO (YO~)

13 Mei 2015 – 21 Agustus 2015

Advertisements

About dikabeast

A complex mind in plain personality
This entry was posted in Sharing and tagged , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s