Bahagia Tidak Selalu Sederhana

Kembali saya merasa ditegur oleh sebuah pertemuan. Saya berkesempatan berkunjung ke panti asuhan Kuncup Mas, sebuah panti yang berada di daerah Rempoah, Baturaden, untuk menyalurkan donasi yang telah dikumpulkan dari alumni sekolah angkatan saya.

IMG_1881

Photo credit by Fajrie

Panti tersebut menampung 31 anak (11 putra dan 20 putri) dan semuanya bersekolah, kalau saya tidak salah ingat 10 anak di antaranya berada di bangku perguruan tinggi. Saat datang, kami disambut oleh beberapa anak-anak panti dan Bu Endah, pendiri sekaligus pemilik yang juga “Ibu” dari mereka. Setelah membuka perbincangan, Bu Endah mulai bercerita sejarah beliau membuka tempat tersebut. Bu Endah seorang guru pns sebuah SMA di Baturaden dan suaminya juga seorang pns. Pada awalnya, beliau tidak berniat untuk membuka sebuah panti, hanya saja beliau dan suaminya memiliki keinginan untuk menampung anak-anak yang kurang beruntung. Sekitar tahun 2004, beliau dan suaminya akhirnya dapat membeli sebuah tanah yang akhirnya difungsikan sebagai tempat tinggal anak-anak, dengan kondisi seadanya. Sempat ragu dengan kemampuannya untuk menanggung hidup anak-anak yang akan diasuhnya, akhirnya Bu Endah merealisasikan impiannya tersebut dengan modal keyakinan bahwa rezeki sudah dijamin oleh Allah. Dan, hingga saat ini beliau masih terus merawat serta menyekolahkan anak-anak asuhannya serta anaknya sendiri. Seseorang tak akan mati sebelum habis jatah rezekinya, mungkin itu yang selalu diyakini oleh beliau, anak-anak punya rezeki masing-masing. Semuanya sudah diatur, banyak orang berkunjung dan memberikan donasi pun di luar rencana Bu Endah bahkan sebelumnya panti ini tidak berpalang. Karena diminta oleh tamu-tamu yang datang dan sering tersesat, tanda petunjuk panti ini kemudian dibuat.

IMG_1726

Bu Endah sedang membagi kisah inspirasi

Bu Endah juga menceritakan kisah beberapa anak asuhnya yang membanggakan, seperti ada anak tingkat akhir kuliah, berbakat melukis, pernah menjual beberapa hasil lukisannya untuk membeli laptop.

IMG_1735

Salah satu hasil lukisan anak panti, bukan anak jurusan seni lho!

Bu Endah beserta penggiat panti tidak hanya menampung dan menyekolahkan saja, namun juga memotivasi untuk agar anak berprestasi selain juga memberikan pondasi agama yang kuat. Sekarang, bangunan pantinya sudah direnovasi menjadi jauh lebih nyaman, sebelumnya bangunan sering dilanda bocor saat hujan. Dan sekali lagi, renovasi bangunan pun beliau kembali menuturkan semua itu tidak disangkanya. Sekedar informasi, panti ini terbagi di dua tempat, untuk putra dan untuk putri. Untuk putra lokasinya tepat berada di belakang rumah Bu Endah, untuk putri karena jumlahnya lebih banyak, berada di lokasi yang saya datangi, sempat masuk ke kamar tidur anak-anak, ruangannya lumayan besar juga berisi 10 dipan tidur bertingkat.

IMG_1863

Photo credit by Fajrie

Ya, pertemuan singkat dengan Bu Endah dan anak-anak panti mengingatkan saya kembali akan pentingnya keyakinan bahwa Allah sudah menjamin kelangsungan hidup semua ciptaanNya dengan caraNya yang mungkin saja tidak selalu dapat kita mengerti. “Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah yang memberi rezekinya dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata.” QS. Hud : 6

Ternyata, bahagia itu tidak selalu sederhana. Dimana masih banyak orang takut tidak dapat membiayai hidup padahal mereka mampu, Bu Endah justru mengambil resiko mengasuh “anak-anak” nya. Ini bukanlah hal yang sederhana, butuh keyakinan, usaha dan kekonsistenan besar. Mungkin, tidak semua orang memiliki keyakinan sebesar beliau, secara hitungan matematis, dalam kondisi sepertinya, memikirkan sekolah satu anak saja banyak orang yang sudah mengkhawatirkan biaya yang akan dikeluarkan. Di saat kesuksesan sering diukur dengan harta yang dimiliki, karir yang dicapai dan tempat tinggal yang dihuni, hadir Bu Endah yang mengajarkan bahwa tak selalu kebahagiaan batin berupa harta. Karena sejatinya harta milik kita hanya apa yang kita makan, apa yang kita pakai dan apa yang kita infakkan. Duh, ini self reminder banget! Akhir-akhir ini saya acapkali khawatir dengan hal-hal terkait dengan kehartabendaan hingga pada akhirnya di bulan Ramadhan saya ditakdirkan berjumpa dengan Bu Endah. An inspiring meeting with inspiring person, di mata saya beliau ini orang yang sukses dan sangat keren, mudah-mudahan Allah pun menilai begitu, aamiin. Bagi teman-teman yang ingin berkunjung, alamat dan kontak telepon panti sudah terlampir di gambar ya.

IMG_1879

Sampai jumpa lain waktu! photo credit by Fajrie

Advertisements

About dikabeast

A complex mind in plain personality
This entry was posted in Article, Sharing and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s