Banyumas Extravaganza 2015, It’s been a Long Time

Sudah lama sekali rasanya saya tidak menyaksikan pawai keliling di Purwokerto, yang biasanya dilakukan dalam rangka HUT Kemerdekaan Indonesia atau pada ulang tahun Banyumas. Kebetulan April lalu, bertepatan dengan suasana HUT Kabupaten Banyumas yang ke 433 yang diperingati setiap tanggal 6 April, saya sedang berada di sana. Tahun ini, serangkaian acara pun digelar mulai kirab pusaka, upacara peringatan, pentas seni 24 jam, gelaran calung, wayang kulit semalam suntuk dan puncaknya adalah ajang Banyumas Extravaganza 2015 berupa pawai serta festival berjalan kaki. Saya sendiri sebelumnya tidak mengetahui adanya acara tersebut, secara spontan saya langsung menuju salah satu titik yang dilewati pawai begitu mendapatkan informasi pada 19 April 2015 akan ada acara puncak ulang tahun Banyumas.

Dahulu ketika masih kecil hingga mungkin sekitar SMP, saya senang sekali menyaksikan pawai semacam ini terutama kalau ada marching band atau ada kecengan yang ikutan baris berbaris, namanya juga abg. Bahkan kalau tidak salah ingat, saya pun pernah beberapa kali berpartisipasi menjadi tim baris berbaris namun tidak pernah menang. Inilah mengapa sebelum masuk SMA kulit saya sangat hitam, selain juga disebabkan ikut perlombaan-perlombaan Pramuka. Yang paling saya sukai adalah ketika marching band lewat, selain musiknya yang bagus, mayoret juga menjadi pusat perhatian saya karena rata-rata cantik, satu keinginan masa kanak-kanak yang tidak akan pernah terealisasi yakni menjadi mayoret. Banyumas Extravaganza 2015 mengangkat konsep kreasi payung dan batik Banyumasan dengan harapan menjadi terobosan baru pariwisata Banyumas[1]. Rute pawai dimulai dari depan Bioskop Rajawali dan berakhir di panggung kehormatan Alun-alun Purwokerto. Saya memilih salah satu titik di Jalan Jend. Sudirman tepatnya sebelum perempatan Srimaya sebagai tempat untuk menonton. Karena sampai di lokasi sudah cukup siang, pinggiran jalan sudah dipenuhi warga yang berdesakan untuk menyaksikan. Ada yang bermodalkan payung, menggelar alas koran dan ada pula yang membawa bekal dari rumah, layaknya piknik. Saya sempat tidak dapat menembus kerumunan orang-orang yang sudah memenuhi pinggir jalan sehingga saya memutuskan untuk naik pagar bangunan (dengan melepas alas kaki tentunya) agar dapat melihat dengan jelas.

IMG_1345

Gambar pertama yang diambil di tengah kerumunan orang, anak-anak ceritanya jadi tuyul

keramaian

Kerumunan orang diambil dari atas pagar

Setelah satu atau dua tim peserta lewat, biasanya ada jeda waktu tunggu sebelum yang selanjutnya lewat lagi. Jika jeda waktunya sangat lama, biasanya orang-orang akan bubar mencari tempat yang terlindung dari sinar matahari, di saat itulah saya bisa menerobos kerumunan orang.

bakso laris

Ada gula ada semut, yang laris ya Pak

Hari itu saya tidak memiliki amunisi apapun baik payung, alas koran, makanan ataupun uang padahal hari itu sangat terik, parahnya lagi saya mengenakan jaket hitam, tak bisa dihindari keringat terus menetes. Untung saja saya mengajak Ibu yang hanya duduk di trotoar tanpa berniat memasuki kerumunan, sehingga ketika lapar saya meminta uang untuk membeli jajanan di pinggir jalan. Berasa kembali menjadi anak-anak.

sanggar seni sekar jagad kostum

Sanggar seni sekar jagad kostum

IMG_1427

Kerajinan payung

IMG_1440

Marching band SMA Muhammadiyah 1 Purwokerto, mayoret datang

kesenian golek gendong

Kesenian golek gendong

IMG_1527-horz

Kuda lumping dengan berbagai kreasi

Barongsai mulai lelah

Barongsai mulai lelah

IMG_1500IMG_1506-horzSaya hanya dapat bertahan menyaksikan selama sekitar 2 jam, padahal masih banyak lagi yang belum saya lihat. Namun, karena Ibu sudah terlihat cukup bosan dan baju saya sudah terasa kuyup terkena keringat saya memutuskan untuk pulang. Lumayan lah, dapat satu marching band, sedikit membangkitkan ingatan masa kecil, it’s been a long time.

Advertisements

About dikabeast

A complex mind in plain personality
This entry was posted in Article, Sharing and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s