Lokasi Tak Terduga, Nol Kilometer Klaten

Klaten sengaja tidak terlalu difokuskan ke infrastruktur perkotaan karena merupakan salah satu lumbung padi Propinsi Jawa Tengah

Klaten “Bersinar” (Bersih, Indah, Nyaman, Aman, Rapi – kalo tidak salah) merupakan sebuah kota yang dapat dikatakan cukup memberikan kesan tersendiri bagi saya. Semenjak saya berumur 3 tahun, sepertinya saya tidak pernah melewatkan hari raya idul fitri di luar kota tersebut. Kota yang terletak di Jawa Tengah, diantara dua kota besar (Solo dan Jogjakarta) ini merupakan kota kelahiran orang tua saya (fyi keduanya satu desa, hehe) , dan itulah yang menyebabkan saya selalu berlebaran di sana. Kota Klaten sendiri merupakan pusat pemerintahan dari Kabupaten Klaten yang memiliki luas hingga 665,56 km2. Di sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo. Di sebelah selatan berbatasan dengan kabupaten Gunungkidul (Daerah Istimewa Yogyakarta). Di sebelah barat berbatasan dengan kabupaten Sleman (Daerah Istimewa Yogyakarta) dan di sebelah utara berbatasan dengan kabupaten Boyolali[1].

Ketika masih kecil, saya paling senang ketika berlibur ke sana, namun beranjak remaja saya sangat bosan tinggal berlama-lama di kota kecil yang menurut saya hanya untuk lewat saja. Seriously, Klaten has no fun! Susah sekali menemukan hiburan di kota kecil yang banyak sawah itu, kalau kata Pakdhe saya yang berkecimpung di dunia pertanian, Klaten sengaja tidak terlalu difokuskan ke infrastruktur perkotaan karena merupakan salah satu lumbung padi Propinsi Jawa Tengah. Lebaran tahun ini (1434 H) kembali saya mengunjungi kota kecil yang kalau dipikir dan dirasa-rasa ngangenin juga. Namun, kali ini ada yang berbeda, berkat ajakan seorang teman untuk berpartisipasi dalam proyek menulisnya (bisa dilihat disini http://bit.ly/nolkilo), saya menjadi penasaran dimana sebenarnya titik nol kilometer dari Kota Klaten. Saya coba bertanya kepada saudara, pakdhe, om bahkan teman-teman saya yang asli orang Klaten, tetapi nihil, jawaban tidak ada yang seragam dan belum ada yang menjawab dengan yakin.

Rasa penasaran saya semakin bertambah karena orang Klaten sendiri pun ternyata masih jarang yang tahu. Dua hari selepas lebaran, saya diajak oleh teman yang tidak lain dan tidak bukan adalah orang pribumi Klaten (halah), dia sempat mendapatkan informasi bahwa titik nol Klaten berada tidak jauh dari pusat kota. Berniat temu kangen dengan teman yang sudah lama tidak ketemu sekaligus berburu nol kilometer, kami berangkat sore hari. Kebetulan teman saya juga berniat untuk mampir ke sebuah toko buku bernama “Jendela”, mungkin satu-satunya toko buku yang lumayan besar di Klaten (kayaknya), maklum Klaten gitu loh! (ups,hehe). Karena toko tersebut sudah dekat dengan pusat kota, kami melambatkan laju kendaraan dan tengok kanan-kiri berburu tanda nol, dan secara tidak sengaja pencarian kami tidak sia-sia.

IMG_0677

Sebelum foto gak sempet bersihin dulu hehe

Titik nol kilometer Klaten telah ditemukan, tepat di depan sebuah toko mainan Mega (ngiklan). Kami sempat bertanya pada bapak tukang parkir untuk memastikan, dan memang disitulah titik permulaan kota Klaten. Saya dapat katakan, keadaan tanda ini cukup mengenaskan. Keadaan sekitarnya, yang dijadikan tempat parkir (hampir saja tanda tidak terlihat), serta dijadikan tempat bersandar sapu dan pengumpulan sampah. Karena setiap sore hari, ada warung makan pinggir jalan yang akan buka, letaknya tepat di sebelah tanda nol kilometer, mungkin itu yang menyebabkan area sekitar terlihat kumuh dan banyak sampah. Selain itu pengunjung toko mainan Mega juga sedang membludak, motor banyak yang parkir di area tersebut dan kurang tertata rapi.

IMG_0684

Bukan bermaksud ngiklan, tampilan toko mainan Mega, kami sempat beli mainan juga

IMG_0689

Gapura desa Kanjengan, di sekitar area nol kilometer

IMG_0687

Suasana lengang Jalan Pemuda, depan toko mainan

IMG_0691

Warung sudah buka, penyebab kekumuhan area sore itu

Ada yang bilang, nol kilometer Klaten itu di dekat Pemda (Pemerintah Daerah) Klaten, ada yang bilang juga di alun-alun, di dekat SMPN 2 Klaten dan lainnya, namun saya dengan percaya diri memberikan informasi akurat yakni, titik nol kilometer Klaten berada di Jalan Pemuda, tepatnya di depan toko mainan Mega (no. 62) Klaten. Untuk mencapai area ini tidaklah sulit, karena berada di jalan utama kota. Jika melakukan perjalanan dari arah barat (Jogjakarta) maupun timur (Solo) melalui jalan utama kota, pasti akan melewatinya. Tidak jauh dari titik nol kilometer ada toko roti langganan ibu saya dan dekat dengan pusat kota yaitu alun-alun, masjid raya Klaten serta satu-satunya tempat hiburan dan belanja paling tenar dan gaul se-Klaten (lebay), Plasa Klaten. Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat khususnya untuk orang pribumi Klaten yang masih belum tahu titik nol kotanya sendiri, haha. [dikabeast]

IMG_0740

Bonus, penampakan Plasa Klaten diambil dari halaman Masjid Raya

[1] http://id.wikipedia.org/wiki/Kabupaten_Klaten

Advertisements

About dikabeast

A complex mind in plain personality
This entry was posted in Article and tagged , , , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Lokasi Tak Terduga, Nol Kilometer Klaten

  1. Nurrahman says:

    Nek lewat kono mesti lewat ngarep omah mbahku.
    Mampir ngapa dik 😀

    Like

  2. Alip says:

    ” Seriously, Klaten has no fun! ”

    Inyooong, kamu nulis opooooo iku. Gak trimo aku,…… 😛

    Like

    • dikabeast says:

      Lhooooo nyatane tho? Awakmu golek fun neng ndi,nek ra neng jogja yo solo kan hahaha,ya itu hanya dari sudut pandangku lip dari dulu smpe skrg harus melewatkan liburan panjang di situ. Tapi semakin gede aku ngerasa Klaten has something kok, memory 😉

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s