Merbabu, First Peak!

sabana upload

Ayat-ayat Allah itu tersebar di seluruh alam, ya ngga ada salahnya kamu suka berpetualang asal kembali lagi ke niatnya untuk apa…” – Bapak

Merbabu mungkin kalah tenar dari pendampingnya, Merapi yang terkenal karena kemistisan dan keeksotisannya, serta tidak lepas dari kepopuleran seseorang yang katanya merupakan kuncennya, alm. Mbah Maridjan. Meskipun begitu, nama Merbabu selalu terngiang dalam ingatan, karena temannya Merapi. Waktu kecil dulu, Bapak mengenalkan Merbabu sebagai temannya Merapi, hehe. Beberapa waktu lalu, akhirnya untuk pertama kalinya dalam perjalanan hidup, saya mendaki gunung! Ya, saya sendiri pun sempat tidak percaya. Tepatnya Rabu malam (14/11) saya berangkat dari Bandung menuju Solo bersama kedua teman saya. Terpacu dari informasi ajakan melakukan adventure murah ke Merbabu di salah satu jejaring sosial, tanpa pikir panjang kami langsung booking tiket kereta dari jauh-jauh hari. Saya sempat mengurungkan niat saya untuk berangkat, karena kondisi cuaca dan saya beranggapan bahwa tidak mungkin rasanya mendaki gunung dengan kondisi seperti itu, di samping Ibu yang pada awalnya tidak mengizinkan saya untuk berangkat, namun akhirnya saya memaksakan diri untuk berangkat membawa perbekalan untuk kemping yang hampir semuanya barang pinjaman. Big thanks untuk Bapak yg berhasil meyakinkan Ibu untuk merestui keberangkatan saya. Aiiiiih Bapak memang ayah juara! Sesampai di Solo keesokan harinya, kami mampir ke rumah salah seorang teman dengan tujuan utama meminjam tenda. Setelah itu kami mampir ke rumah bulek saya di Jebres, usai menitipkan barang bawaan dan bebersih diri, kami pergi untuk sedikit mengulik kota Solo, walaupun kami hanya sempat mengunjungi keraton, pasar klewer dan sekitarnya dengan bermodalkan GPS (gunakan penduduk sekitar), karena bulek saya tidak bisa mengguide kami secara fulltime. Jujur, baru kali ini saya berjalan-jalan di kota Solo (cupuu). Hari berlalu cepat, siang sudah berganti malam, kami mengecek ulang barang bawaaan kami serta bersiap menuju meeting point dengan rombongan yang lain di Stasiun Jebres Solo. Tiba di stasiun kami langsung disuguhi banyak orang-orang yang tidak kami kenal yang nantinya akan menjadi teman perjalanan dan pendakian kami. Senang sekali bertemu banyak orang baru, teman baru dengan berbagai latar belakang yang berbeda 😀

Dari stasiun Jebres, kami melakukan perjalanan menuju basecamp Selo menggunakan truck. Lama perjalanan sekitar dua jam hingga turun dari truck. Itu pun kami masih harus berjalan cukup lumayan untuk sampai ke basecamp. Tidak terpikir oleh saya apakah saya bisa sampai puncak atau tidak nantinya. Di basecamp, semua anggota rombongan langsung tergeletak tidur sekenanya menggunakan sleeping bag , kain ataupun sarung. Karena banyak juga dari kami yang perjalanannya cukup jauh, ada yang dari Palembang, Jakarta, Surabaya, Makassar dan Bandung tentunya. Semuanya mencharge energi untuk pendakian esok hari. Benar saja, pendakian pada hari selanjutnya diiringi suasana mendung, hingga malamnya kami menginap di Pos 3 (Batu Tulis) pun diguyur hujan. Tak bisa menikmati indahnya langit bertabur bintang malam itu. Pendakian hingga pos 3 belangsung sekitar 6 jam lebih, mungkin karena saya pemula sehingga terlalu banyak beristirahat. Hari ketiga, dini hari kami semua bersiap untuk summit attack, untungnya hujan sudah reda. Singkat cerita, akhirnya saya dapat mencapai puncak, dengan perjalanan hampir 4 jam dengan berbagai rintangan salah satunya teman satu kelompok saya yang hampir pingsan, hahaha dan saya pun melewatkan momen matahari terbit di puncak, yah tak apalah menikmati indahnya sunrise meski belum sampai puncak.

IMG_3880

Semburat matahari terbit

IMG_3891

Sesaat setelah matahari terbit, perjalanan ke puncak sedikit lagi

edelweis upload

Padang Edelweis

Voila, We’re on the top of Merbabu! Puncak pertama dalam perjalanan hidup saya (lebay). Kami berdiam di puncak sekitar lebih dari satu jam. Sungguh melihat pemandangannya membuat saya tidak ingin turun, hahaha. Ada dua puncak yang kami singgahi, yaitu Puncak Triangulasi Merbabu, dan Puncak Kenteng Songo yang terkenal dengan keindahan view nya. Saya bisa melihat Merapi, Sindoro dan Sumbing dari sana. Ah, ternyata benar kata Bapak ayat Allah terhampar dimana-mana. Semoga masih diberi kesempatan untuk muncak lagi.

IMG_3947

Hello Merapi, someday I will come to you, insya Allah!

IMG_3958

Rasanya pengen nyemplung ke awan itu, berharap awannya kayak yang di doraemon

IMG_3957

Subhanallah…

pelangiupload

Turun puncak, disambut pelangi

Dan saat berucap sampai jumpa lagi pun tiba. Say good bye mountain and prepare for welcoming Monday!

IMG_4013

Matahari terbit, hari terakhir dari basecamp Selo 😦

” Maka apakah mereka tidak melihat akan langit yang ada di atas mereka, bagaimana Kami meninggikannya dan menghiasinya dan langit itu tidak mempunyai retak-retak sedikitpun? Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah) .”

– Q.S. Qaaf : 6-8

 

Advertisements

About dikabeast

A complex mind in plain personality
This entry was posted in Sharing and tagged , . Bookmark the permalink.

4 Responses to Merbabu, First Peak!

  1. nice post,
    berapa lama ada di draft ini? 😀

    Like

  2. somphil says:

    wiih,. mantab merbabu,
    belum pernah naik kesana saya 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s