Badak Jawa : Hewan khas Asiatic, yang Mirip Kudanil

***
T : “Berdasarkan pembagian Wallace, tipe fauna di Indonesia menjadi 3 Asiatis, Peralihan dan Australis….”
S : “Kalau Badak Becula Satu termasuk yang mana Bu?”
T : “Termasuk tipe Asiatis karena terletak di Pulau Jawa, di buku kan ada!”
S : “Badak becula satu itu seperti apa Bu? Liar ya? Mirip sama kudanil ya?”
T : “…”
***
Badak.  Mendengar kata tesebut terbayang dalam benak saya adalah Badak Becula Satu, sejenis hewan mamalia yang ketika saya masih duduk di bangku sekolah dasar(SD) selalu disebut-sebut sebagai salah satu hewan khas Indonesia yang berada di bagian barat, termasuk tipe Asiatis. Kalau saya tidak salah ingat doktrin itu ada di pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial khususnya geografi. Jujur melihat langsung badak saya belum pernah, sehingga ketika masih SD saya berpikir bahwa semua badak memiliki satu cula (semacam tanduk milik badak) dan terkadang saya salah persepsi kalau bentuk Badak itu seperti kudanil namu memiliki tanduk. Semakin beranjak jenjang pendidikan, saya baru mengetahui bahwa tidak semua badak memiliki satu cula, ada juga yang dua dan jenis badak juga ada lima yang memiliki ciri khasnya masing-masing, serta badannya juga tidak seperti kudanil! Badak becula satu ternyata juga bertitle hewan langka di dunia dan harus dilestarikan . Waw! Ternyata tidak hanya Komodo saja harus dilestarikan di Indonesia. Tidak jauh berbeda dengan Komodo yang dilestarikan di sebuah pulau khusus, Badak Jawa, begitu badak becula satu biasa disebut, juga memiliki tempat khusus tepatnya di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) di bagian paling barat Pulau Jawa. Dan sekarang jumlahnya di Indonesia hanya tersisa 35 ekor saja! (dilansir dari sini) .


Sampai saat ini pun saya masih seperti ketika saya masih di sekolah dulu, belum pernah melihat badak secara langsung. Maklum study tour sekolah tidak pernah ada yang bertujuan ke TNUK, paling jauh ya ke Bali, itu juga hanya main-main. Padahal TNUK tidak kalah keren dibandingkan tempat-tempat lain di Indonesia plus memiliki satu daya tarik yang luar biasa yaitu Badak Jawa, hewan langka dunia yang saat ini terancam eksistensinya. Begitu besarnya daya tarik badak, sehingga Presiden RI dengan dukungan dari Badan Konservasi Dunia dan Negara-negara di dunia, baru-baru ini mencanangkan tahun 2012 sebagai Tahun Badak Internasional. Sebegitu parahnya sehingga saat ini memang Badak Jawa hanya bisa ditemukan di TNUK sebagai tempat konservasi. Padahal sebelumnya Badak Jawa tidak hanya tersebar di Indonesia saja lho!
Sejauh ini pemerintah masih terus mengembangkan upaya konservasi untuk melestarikan Badak Jawa ini, agar populasinya dapat terus bertambah. Dan upaya ini akan jauh lebih maksimal dengan adanya dukungan dari masyarakat Indonesia. Mari dukung pelestarian Badak Jawa, agar bisa terus ada hingga anak cucu kita nanti. Entah kapan saya bisa ke sana, semoga populasinya masih ada ketika saya berkesempatan untuk berkunjung. Aaaah saya ingin sekali ke sana melihatnya secara langsung, karena di kebun binatang tidak ada badak. Biar saya tidak membandingkannya lagi dengan kudanil 😀

 

Advertisements

About dikabeast

A complex mind in plain personality
This entry was posted in Article and tagged . Bookmark the permalink.

3 Responses to Badak Jawa : Hewan khas Asiatic, yang Mirip Kudanil

  1. ayo dik, kpn² ke ujung kulon 😀

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s