Buta Aksara : Tidak Bisa Membaca atau Pura Pura Tidak Bisa Membaca

Tapi ini Negaraku. Indonesia.

“Buta Aksara” biasanya julukan ini digunakan untuk orang-orang yang tidak bisa membaca atau tidak mengenal huruf-huruf alphabet. Umumnya para penyandang julukan ini adalah kebanyakan dari generasi-generasi tua terdahulu, ataupun orang-orang yang berada di pelosok daerah yang belum tersentuh pendidikan juga teknologi. Eits, tapi jangan salah! Tidak sedikit orang-orang berpendidikan bahkan yang sangat mengenal teknologi di Negara ini menjadi orang yang pantas dengan julukan tersebut. BUTA AKSARA. No offense, ini cuma opini subjektif saja sebenarnya. Pengalaman priadi saya bisa dijadikan sample kalau ternyata banyak orang-orang yang buta aksara tersirat. Di kampus saya, yang notabene merupakan daerah pendidikan dan teknologi, tanda larangan seperti dilarang parkir itu sangat sering dilanggar entah memang tidak mengerti maksud tanda P coret atau memang mengabaikannya. Bahkan dari kalangan dosen pun ada yang seperti itu. Tidak memungkiri saya pun pernah beberapa kali melakukan hal tersebut, hehe. Alasan yang sering terlontar biasanya, karena letak tempat parkir terlalu jauh atau sedang terburu-buru. Contoh lain kita berpindah ke gerbong kereta api. Sudah sejak sekitar 2 bulan yang lalu pihak PT KAI mengeluarkan peraturan dilarang merokok di dalam gerbong kereta api baik itu yang kelas bisnis maupun ekonomi, stiker peringatan pun banyak tertempel di dinding gerbong namun, beberapa minggu yang lalau saya menjadi salah satu penumpang di sebuah kereta bisnis jurusan Jakarta-Solo, beberapa kursi di depan saya ada dua orang laki-laki paruh baya yang merokok. Padahal tidak jauh di depan mereka terpampang stiker cukup jelas “DILARANG MEROKOK DI DALAM GERBONG KERETA, JIKA ADA PENUMPANG YANG KEDAPATAN MEROKOK AKAN DITURUNKAN” begitu kurang lebih maksud tulisan di stikernya. Masih banyak mungkin kejadian-kejadian lain yang tidak jauh berbeda, yaitu mengindikasikan seberapa level orang terdidik di Negara ini. Sepertinya memang kembali lagi di Negara kita ini ternyata banyak yang buta aksara tersirat atau mungkin memang benar-benar tidak bisa membaca ya, entahlah! Saya sendiri pun pernah menjadi orang yang buta aksara tersirat. Mungkin itulah kenapa Negara ini cepat tertinggal dari negara yang lain, budaya membaca yang diabaikan, budaya anarkis dan ngotot yang diutamakan. Ya Allah…tapi ini Negaraku. Indonesia.

Source Gambar : di sini

Advertisements

About dikabeast

A complex mind in plain personality
This entry was posted in Sharing. Bookmark the permalink.

2 Responses to Buta Aksara : Tidak Bisa Membaca atau Pura Pura Tidak Bisa Membaca

  1. Bener banget Dik. Masih banyak yang buta aksara, atau mungkin hukumannya perlu lebih sadis lagi kali ya. haha..
    Tapi dulu waktu aku juga pernah ngalamin cerita berhubungan sama rokok+kreta.
    Ada bapak2 yang ditegur sama petugas keamanan kreta, soalnya ada yang ngadu karena terganggu sama asep rokoknya. Alhasil, si bapak2 itu gak berani ngerokok lagi. Hahaha…
    Pesan buat yg ngerokok tuh:
    – kalo mau ngerokok, lompat ke luar kereta dulu. Abis itu lompat ke dalem kereta lagi kalo dah kelar. :-p
    – Mbok yo ngerokok jangan setengah2.. Sekalian isep tu asepnya. 🙂 🙂

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s