6 Hari Pasca Sumpah Pemuda.

Karena masa depan peradaban ada di pundak kaum muda

Belum ada seminggu berlalu dari momen 28 Oktober 2011 yang tepat 83 tahun sebelumnya merupakan hari dimana tercetusnya Sumpah Pemuda. Tidak terasa ternyata sudah 83 tahun. Tulisan ini bukan tentang sejarah ataupun bagaimana terjadinya karena pasti di pelajaran sejarah sudah banyak tertulis bagaimana kronologi kejadian saat itu. Pertanyaannya, kenapa pemuda? (kenapa tidak pemudi,hehe), maksud pertanyaan ini bukan masalah gender,tapi kenapa orang-orang yang muda?

Oke,sedikit bercerita tahu kan kejadian G30 S PKI? Banyak sekali pahlawan kita yang terlibat dan saat itu apa status mereka? Pemuda. Tentunya masih kenal kan sama Bapak Soeharto, presiden terlama sepanjang sejarah Indonesia,terlepas dari kepemerintahannya yang mengobrak abrik bangsa ini beliau juga punya jasa besar, ikut berjuang melawan penjajah juga kok, dan status beliau saat berjuang? Pemuda. Dan proklamator Republik Indonesia beserta pejuang-pejuang kemerdekaan lainnya seperti Mohammad Hatta juga merintis pergerakan Indonesia dari saat berstatus PEMUDA. Mungkin yang agak bermasalah itu ending nya. Seperti yang kita tahu Soekarno di ending pemerintahannya tidak secemerlang saat perjuangannya, apalagi Soeharto yang di endingnya harus digulingkan oleh rakyat pada peristiwa Reformasi 1998. Intinya masa-masa muda adalah masa yang sangat subur untuk bergerak. Tinggal bagaimana ketangguhan pemuda-pemuda tersebut mempertahankannya hingga masa kepemudaan itu lepas dari dirinya. Jangan sampai kita berhasil hanya di waktu muda saja.

Luar biasa kalau kita rajin rajin melihat sejarah, banyak perubahan yang ditelurkan oleh orang orang muda. Tetapi, agak sedikit menyentil pemuda bangsa Indonesia saat ini, bagaimanakah?

Mungkin ketika 83 tahun yang lalu para rakyat usia muda sudah mulai berpikir keras bagaimana caranya agar negara ini bisa merdeka, bagaimana caranya kaum muda bisa berkontribusi untuk kemajuan negara, tapi kalau sekarang? Tengoklah berapa banyak pemuda sih yang masih peduli terhadap urusan negara? Berapa orang sih yang masih berpikir untuk berkontribusi untuk negri ini yang mungkin bisa dari bidang apa pun. Semangat juang kaum muda saat ini seperti tergilas oleh gaya hidup, trend dan mode. Tidak punya gadget terbaru merasa sangat hina, tetapi merasa biasa saja mendengar kebobrokan moral bangsa. Bahkan sering sekali saya mendengar celetukan “ngapain sih mikirin negara?” . Terkadang terdengar lucu juga tapi miris. Saya sendiri juga merasa, sebagai generasi muda, saya belum menghasilkan sesuatu belum berkontribusi lebih untuk bangsa ini. Minimal sebagai kaum muda, melatih diri untuk menjadi aset negara itu penting. Ya aset negara!

Banyak contoh contoh kecil yang secara tidak langsung kita merusak potensi kita untuk menjadi asset negara. Mencontek misalnya, titip absen misalnya (kehidupan mahasiswa banget), apatis terhadap sesuatu. Bayangkan di dunia yang notabene ideal (dunia pemuda) saja sudah berani mencontek, apalagi kalau turun di lapangan? Pantaslah banyak sekali korupsi yang tidak ada habisnya, penerusnya saja sudah tidak bagus kualitasnya. Walaupun memang tidak jadi jaminan seorang pemuda yang idealis akan menjadi pribadi yang idealis juga setelah lepas dari masa mudanya. Yang idealis saja belum tentu, apalagi yang tidak? Makanya sebagai orang muda, membangun integritas diri sejak dini bisa menjadi sebuah jalan untuk meningkatkan kualitas diri.

Waktu muda adalah masa yang identik dengan gejolak, masa yang penuh dengan hasrat untuk bertanya dan ingin tahu. Jadi memang masa ini sangat subur untuk memupuk bibit-bibit yang berkualitas. Integritas, perlu! Memulai berkomitmen pada diri sendiri untuk ini dan itu. Rasanya kok sedikit menyebalkan ya, ketika melihat mahasiswa melakukan aksi-aksi untuk menuntut banyak hal dari pemerintahan tapi kewajibannya sebagai warga negara belum ditunaikan. Memiliki SIM(Surat Izin Mengemudi) ketika berkendara misalnya? Ikut aksi sana sini, tetapi SIM tidak punya padahal berangkat kemana-mana menggunakan kendaraan bermotor. Ikut aksi sana sini, tapi buang sampah saja masih sembarangan. Itu contoh-contoh kecil yang menurut saya, kontras. Jadi selain menuntut perubahan, perlu juga menuntut diri kita untuk berkomitmen, untuk menjalankan kewajiban juga sebagai warga negara. Karena masa depan peradaban ada di pundak kaum muda. Yuk mari manfaatkan waktu muda kita!

picture credits : http://hylomantis.tumblr.com/

Advertisements

About dikabeast

A complex mind in plain personality
This entry was posted in Sharing. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s