Judulnya : masak .

Jadi perempuan itu kurang sempurna kalau nggak bisa masak, gak tau asal muasalnya kenapa bisa ada “paradigma” semacam itu. Nggak wajib sih memang,tapi rasanya kurang gimanaaaaa gitu kalau belum bisa masak. Bisa disini bukan berarti expert ya, soalnya kebanyakan yang expert memasak itu (koki ataupun chef) biasanya laki-laki.

Nah, asal tahu saja ya sebagai seorang perempuan saya cukup bisa memasak tapi memasak air dan makanan-makanan cepat saji,hahaha :D. Dari kecil saya jarang sekali terlibat di dapur membantu ibu memasak karena jujur saya tidak suka memasak, bahkan sampai sekarang. Menurut saya memasak itu belum menarik,saya lebih suka makan masakannya. Mungkin karena beberapa pengalaman memasak saya yang gagal. Tapi apa daya, beberapa hari yang lalu saya kembali mencoba untuk memasak spaghetti (tentu saja yang instan), hahahaha. Jadi saya tinggal rebus pastanya saja dan menambahkan bumbu spaghetti yang sudah jadi. Sebelum dicampurkan ke pasta, bumbunya saya rebus terlebih dahulu dengan menambahkan tumisan bawang (merah,putih,bombay), irisan sosis, air dan garam secukupnya. Satu kelemahan saya dalam memasak, saya tidak bisa merasakan secara teliti apa yang kurang pada sebuah masakan, yang saya tahu hanya rasa enak dan tidak enak!

Dan alhasil :

Dan untuk masakan kali ini rasanya : ENAK! (ya iyalah cuma tinggal rebus doaaaaaaaaaaaaank)

Advertisements

About dikabeast

A complex mind in plain personality
This entry was posted in Daily. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s