Aku Memilih Bersyukur.

Aku Memilih Bersyukur!

Pernah lihat orang-orang berjasa seperti ini :

atau yang ini

[gambar diambil 12/4/2011, scene menarik yang ada di sudut kampus saya]

Di saat kita yang terkadang (bahkan) sering buang sampah (sembarangan), mereka lah yang memungut dan membantu membersihkan, terlepas mereka melakukan hal tersebut untuk menyambung hidup tetap saya tidak bisa menyingkirkan begitu saja jasa yang mereka berikan.
Satu hal lagi yang membuat saya menilai mereka berjasa sangat besar (untuk saya), mereka mengajarkan saya BERSYUKUR. Tanpa perlu mereka berkata-kata mengenai apa itu syukur, bagaimana cara bersyukur, mereka sudah mengajarkan saya untuk itu. Keren ya! Pengajar tanpa kata-kata kalau saya bilang 🙂
Salut melihat orang-orang seperti mereka, walaupun uang yang didapat tidak seberapa, tapi mereka (nampak) tidak pernah mengeluh dan tidak menyerah dengan pekerjaan mereka. Harus menyelam di lautan sampah, harus membersihkan tempat yang seakan tidak pernah bisa bertahan bersih walau hanya sehari saja. Jujur, saya bahkan merasa malu melihat kegigihan mereka mengarungi kerasnya hidup (lebay). Sebagai seorang manusia yang selalu cukup, mental yang saya miliki tidak setangguh mereka, padahal lihat : saya masih muda, sedangkan yang digambar?mungkin sekitar 50 tahunan. Sebagai anak muda berstatus mahasiswa yang (notabene) pintar dan merupakan generasi penerus, mentalnya kalah dengan orang-orang seperti mereka. Fakta sebagian anak muda masa kini (pandangan saya) :
– Cenderung mengikuti mode dan tren. Tidak bisa mengikuti tren : stress, minder, kecewa berlebihan, dan lain-lain
– Malas kuliah : gara-gara dosennya inilah, gara-gara itulah (selalu aja cari kambing hitam)
– Selalu ingin instan, gak mau kerja keras, akhirnya (nyontek) dan lain-lain .
– Menyerah dengan nasib dan semangat juangnya kurang kuat .
(based on true story ya, saya pun mengalami kok hal-hal seperti itu) .
Dan dengan menemukan orang-orang berjasa seperti itu, membuat saya bertanya pada diri saya? Sejauh mana kamu bergerak? (sangat tepat mengenai sasaran) . Dan sekali lagi saya harus berterimakasih pada mereka, karena saya menemukan jawaban untuk menjadi orang yang selalu bersyukur. Bersyukur menurut pandangan saya adalah menerima, merasa puas atas apa yang Allah berikan dan putuskan karena apa yang Allah kasih merupakan hal yang terbaik dan masih banyak orang-orang lain yang belum diberikan kenikmatan seperti kita, tetapi…bukan berarti bersyukur itu pasrah dengan keadaan. Salah satu cara kita untuk bersyukur juga dengan berusaha dan berjuang untuk menjadi jauh lebih baik (memanfaatkan kesempatan hidup yang Allah berikan) dan selalu berprasangka yang positif 🙂
Jadi bagaimana? Kalau saya cuma pengen bilang : Aku Memilih Bersyukur!

Advertisements

About dikabeast

A complex mind in plain personality
This entry was posted in Sharing and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s